Ads 468x60px

Labels

Minggu, 07 November 2010

KADAR AIR DAN BAHAN ORGANIK TANAH

KADAR AIR DAN BAHAN ORGANIK TANAH

Latar Belakang
Air tanah telah diklasifikasikan sebagai air higroskopis, kapiler, dan gravitasi. Air higrokopis adalah pada permukaan butir tanah dan tidak dapat bergerak secara berarti oleh kekuatan gravitasi atau kapilaritas. Air kapiler adalah yang merupakan bagian kelebihan air higroskopis yang ada didalam rongga tanah dan tertahan oleh gaya gravitasi dalam tanah sehingga membolehkan tidak terhalangnya drainase. Air gravitasi merupakan bagian kelebihan air higroskopis dan kapiler yang akan siap bergerak keluar tanah jika drainase yang baik tersedia.

Air tanah adalah air di bawah permukaan tanah dimana rongga-rongga di dalam tanah pada hakekatnya terisi oleh air. Pergerakan air tanah ke atas oleh kapilarisasi dari permukaan air tanah ke dalam daerah akar dapat merupakan suatu sumber air yang utama untuk pertumbuhan tanaman. Supaya cukup efektif tanpa membatasi dengan serius pertumbuhan tanaman-tanaman, air tanah harus dekat tetapi dibawah kedalaman dari mana sebagian besar kebutuhan air untuk tanaman-tanaman di ambil.

Kandungan bahan organik di wilayah tropika serupa dengan yang ada di wilayah iklim sedang. Oksisol yang sangat lapuk mempunyai kandungan bahan organik yang lebih tinggi daripada yang ditunjukkan oleh warnanya yang kemerah-merahan. Faktor yang mempengaruhi kandungan bahan organik tanah dapat dianalisis dalam hubungan dengan tambahan bahan organik tahunan dan laju pelapukan tahunan. Tambahan karbon organik tahunan yang diterima oleh tanah di hutan tropika kira-kira 5 kali lebih besar daripada di hutan wilayah iklim sedang karena tidak adanya pembatasan suhu atau kelengasan yang jelas sepanjang tahun, laju pereputan karbon organik dihutan tropika 5 kali lebih besar daripada dihutan wilayah iklim sedang. Akibatnya, kandungan bahan organik pada kesinambungan adalah sama. Pada tanah yang tidak dipupuk pengaruh bahan organik yang menguntungkan terdiri dari memberikan sebagian besar nitrogen dan belerangnya kepada tanaman, mempertahankan daya tukar kation, menghalangi tempat penambatan fosfor, memberikan suatu memperbaiki struktur pada tanah yang teragregat secara tidak baik, dan pembentukan gabungan (kompleks) dengan unsur mikro.

Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1. Mengetahui kadar dan ketersediaan air dalam tanah
2. Mengetahui penentuan bahan organik tanah dan kadar bahan organik di dalam tanah
3. Mengetahui komposisi bahan organik di dalam tanah.
















TINJAUAN PUSTAKA

Air merupakan substansi yang paling umum diatas bumi dan diperlukan untuk semua kehidupan. Tanah terletak di daerah atmosfer. Ligosfer memainkan peranan penting dalam menentukan jumlah presiitasi yang mengaliri lahan dan jumlah yang meresap ke dalam tanah untuk disimpan serta digunakan dimasa mendatang kadar air tanah ialah perbandingan berat air yang terkandung dalam tanah dengan berat kering tanah tersebut. Kadar air tanah dapat digunakan untuk menghitung parameter sifat-sifat tanah (Henry D. Foth, 1994)

Proses masuknya air dari permukaan tanah kedalam tanah disebut infiltrasi. Sedangkan gerakan air di dalam tanah karena ada gaya gravitasi disebut perkolasi. Tanah pada kedalaman tertentu selalu dijenuhi air yang disebut dengan air tanah. Melalui profil, kedalamann air tanah yang diduga berdasarkan tinggi muka air tanah yang selalu mengalami periode naik turun sesuai dengan keadaan musim atau faktor lingkungan luar lainnya.
Bahan organik tanah terbentuk dari jasad hidup tanah yang terdiri atas flora dan fauna, perakaran tanaman yang hidup dan yang mati, yang terdekomposisi dan mengalami modifikasi serta hasil sintesis baru yang berasal dari tanaman dan hewan. Humus merupakan istilah yang sangat popular dan terbentuk dari bermacam-macam senyawa organik. Sedangkan bahan organik merupakan istilah yang lebih netral. Humus merupakan bahan organik tanah yang sudah mengalami prubahan bentuk dan bercampur dengan mineral tanah. Sumber bahan organik tanah adalah hasil fotosintesis, yaitu bagian atas tanaman seperti daun, duri, serta tanaman lainnnya. Senyawa organic menyusun kurang dari 50% berat segar tanaman dan sangat dipengaruhi oleh kandungan air dan debu (Rachman Sutanto, 2005).

Kapasitas lapang adalah kandungan lengas maksimum yang terseia untuk pertumbuhan tanaman. Pengukuran dapat dilaksanakan dengan membasahi tanah sampai lewat jenuh kemudian dibiarkan air mengatur bebas karena gravitasi selama 48 jam. Pada kondisi ini tanah mengandung lengas maksimum yang tersedia untuk tanaman. Pori makro terisi udara, sedangkan pori mikro sebagian terisi air yang tersedia. Pada umumnya harkat kandungan lengas kapasitas lapang meningkat berdasarkan urutan-urutan : pasir < debuan < geluhan < lempung < gambut. Air tersedia merupakan selisih antara kapasitas lapang dan titik layu yang besarnya dipengaruhi tekstur, tetapi berbeda dengan kapasitas lapang. Sedangkan titik layu permanen merupakan pada titik terbawah daerah kelembaban yang tersedia. Suatu tanaman akan layu bila tidak bisa memperoleh air yang dibutuhkan. Kelayakan sementara akan terjadi pada banyak tanaman pada suatu hari yang panas dan angin bertiup, tetapi tanaman pulih kembali. Pada saat hari yang lebih sejuk kelayuan permanen begitu pula kelayuan sementara tergantung pada besarnya pemakaian air oleh tanaman (Sombroek, 1969). Bahan organik tanah merupakan hasil dekomposisi atau elapukan bahan-bahan mineral yang terkandung didalam tanah. Bahan organik tanah juga dapat berasal dari timbunan mikroorganisme, atau sisa-sisa tanaman dan hewan yang telah mati dan terlapuk selama jangka waktu tertentu.bahan organik dapat digunakan untuk menentukan sumber hara bagi tanaman, selain itu dapat digunakan untuk menentukan klasifikasi tanah (Soetjito, dkk. 1992). Sebagian besar air yang diperlukan oleh tumbuhan berasal dari tanah ( disebut air tanah ). Air ini harus tersedia pada saat tumbuhan memerlukannya. Kebutuhan air setiap tumbuhan berbeda. Tumbuhan air umumnya memerlukan air lebih banyak dibandingkan jenis tumbuhan lain. Air diperlukan oleh tmbuhan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, antara lain untuk memenuhi transpirasi, dalam proses asimilasi untuk pembentukan karbohidrat, serta untuk mengangkut hasil-hasil fotosintesisnya ke seluruh jaringan tumbuhan. Air tanah berfungsi sebagai pelarut unsur hara dalam tanah. Air tanah dan unsur hara ini membentuk larutan tanah. Air tanah berfungsi membawa unsur hara ke permukaan akar tumbuhan. Di dalam jariingan atau tubuh tumbuhan ini juga berperan mengangkut unsur hara yang diserap akar ke seluruh tanaman (Indranada, 1994). III. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN Hasil Pengamatan Jenis Tanah Nomor Contoh Bobot (gram) Kadar air (%) Kadar air Rata-rata (%) 1* 2* 3* 1. Inseptisol 1 2 15,203 15,805 25,199 25,784 23,994 24,582 13,707 13,694 13,70 2. Ultisol 1 2 15,388 15,433 25,380 25,429 24,514 24,456 9,489 10,783 10,136 Keterangan : 1* Botol timbang + tutup 2* Botol timbang tanah basah + tutup 3* Botol timbang tanah kering + tutup Pembahasan Dari kegiatan praktikum yang dilakukan, praktikan mendapatkan sata bobot masing-masing contoh tanah dan menghitung persentase kadar air yang terkandung di dalam contoh tanah tersebut. Contoh tanah yang digunakan dalam praktikum ini adalah tanah inseptisol dan tanah ultisol. Tanah inseptisol adalah tanah-tanah yang dapat memiliki epidon okhrik dan horizon albik seperti yang dimiliki tanah entisol juga yang mempunyai beberapa sifat penciri lain. Inseptisol adalah tanah yang belum matang yang perkembangan profil yang lebih lemah dbandingkan tanah matang dan masih banyak menyerupai sifat bahan induknya. Inseptisol memiliki kesuburan tanah yang lebih tinggi daripada tanah ultisol. Inseptisol memiliki karakteristik dari kombinasi sifat-sifat tersediannya air untuk tanaman, satu atau lebih horizon pedogenik dengan sedikit akumulasi bahan selain karbonat atau silikat amorf. Tekstur tanah inseptisol lebih halus dari pasir geluhan dengan beberapa mineral lapuk dan kemampuan menahan kation fraksi lempung di dalam tanah tidak dapat diukur. Kisaran kadar C organic dan KPK dalam tanah inseptisol sangat lebar dan demikian juga kejenuhan basa. Tanah inseptisol sangat baik bagi tanaman. Sedangkan tanah ultisol adalah tanah yang masuk ordo Ultisol yang merupakan tanah-tanah yang terjadi penimbunan liat di horizon bawah, bersifat masam, kejenuhan basa pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah kurang dari 35%. Tanah ultisol dicirikan oleh adanya akumulasi liat pada horizon bawah permukaan sehingga mengurangi daya serap air. Kesuburan tanah ultisol umumnya terdapat pada horizon A yang tipis dengan kandungan bahan organic yang rendah. Unsur hara makro seperti fosfor dan kalium yang sering kahat, fraksi tanah masam serta kejenuhan alumunium yang tinggi merupakan sifat-sifat tanah ultisol yang menghambat pertumbuhan tanaman. Ultisol merupakan tanah yang telah mengalami proses pencucian sangat intensif. Hal ini menyebabkan ultisol memiliki kejenuhan basa-basa rendah (kurang dari 355 pada standar pH 8,2) dan kadar mineral lapuknya sangat rendah. Setelah dilakukan kegiatan praktikum di laboratorium dan praktikan telah menghitung kandungan kadar air tanah, maka didapatkan kadar air tanah pada tanah Inseptisol (In1) adalah 13,707 % dan Incetisol (In2) adalah 13,649 %. Sedangkan kadar air tanah pada tanah Ultisol (Ul1) adalah 9,489 % dan pada (Ul2) adalah 10,783 %. Setelah diperoleh masing-masing kadar aiar tanah pada dua jenis tanah yang berbeda maka dicari rata-rata pada kedua tanah. Pada tanah Inseptisol didapatkan rata-rata kadar air tanah yaitu sevesar 13,7 %, dan pada tanah Ultisol didapatkan kadar air tanah rata-ratanya sebesar 10,136 %. Adanya perbedaan jumlah persentase pada kedua jenis tangh disebabkan adanya perbedaan kadar air yang terkandung dalam masing-masing jenis tanah (tanah inse[ptisol dan tanah ultisol). Dimana didapatkan rata-rata kadar air pada tanah inseptisol lebih besar dibandingkan kadar air tanah ultisol. Penyebab dari perbedaan jumlah kadar air ini adalah kandungan bahan organic yang terkandung di dalam masing-masing tanah berbeda. Kandunga bahan organic yang tinggi terdapat pada jenis tanah inseptisol. Oleh karena itu, tanah inseptisol lebih subur. Apabila semakin tinggi kandungan bahan organic di dalam tanah maka juga akan mencerminkan semakin tinggi kadar air dan ketersediaan air di dalam tanah. Hal ini dikarenakan bahan orgaik tanah memiliki pori-pori mikro yang lebnih banyak dibandingkan partikel mineral tanah. Hal ini menunjukkan bahwa luas permukaan penyerap air juga lebih banyak. Namun, bahan organic bukanlah factor tunggal yang menyebabkan tanah inseptisol lebih subur, tekstur tanah yang berupa liat pada tanah inseptisol yang berada di atas tanah sehingga tanah ini mampu menyimpan air lebih banyak daripada tanah ultisol yang bertekstur liat yang berada pada lapisan bawah tanah. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar air di dalam tanah adalah : a. Kadar Bahan Organik Tanah Bahan organic tanah mempunyai pori-pori yang jauh lebih banyak daripada partikel mineral tanah yang berarti luas permukaan penyerapan juga lebih banyak sehingga makin tinggi kadar bahan organic tanah makin tinggi kadar dan ketersediaan air tanah. b. Kedalaman Solum atau Lapisan Tanah Kedalaman solum atau lapisan tanah menentukan volume simpan air tanah, semakin dalam maka ketersediaan dan kadar air tanah juga semakin banyak. c. Iklim dan Tumbuhan Faktor iklim dan tumbuhan mempunyai pengaruh yang berarti pada jumlah air yang dapat diabsorbsi dengan efisiensi tumbuah dalam tanah. Temperatur dan perubahan udara merupakan perubahan iklim dan berpengaruh pada efisiensi pengguanaan air tanah dan penentuan air yang dapat hilang melalui saluran evaporasi permukaan tanah. Kelakuan akan ketahanan pada kekeringan keadaan dan tingkat pertumbuhan adalah fakto pertumbuhan yang berarti. d. Senyawa Kimiawi Garam-garam dan senyawa pupuk atau ameliorant baik alamaiah maupun non alamiah mempunyai gaya osmotic yang dapat menarik dan menghidrolisis air sehingga koefisien laju meningkat. Faktor lainnya yang mempengaruhi kadar air tanah adalah tekstur tanah, dengan adanya perbedaan jenis tekstur tanah dapat menggambarkan tingkat kemampuan tanah untuk mengikat air, contohnya tanah yang bertekstur liat lebih mampu mengikat air dalam jumlah banyak dibandingkan tanah yang bertekstur pasir, sedangkan tanah bertekstur pasir lebih mampu mengikat air daripada tanah bertekstur debu. Faktor lain yang mempengaruhi kadar air tanah adalah struktur tanah, pori tanah, dan peremeabilitas tanah. Tanah yang mempunyai ruang pori lebih banyak akan mampu menyimpan air dalam jumlah lebih banyak. Karena ruang-ruang pori tanah akan terisi oleh air. Dari kedua jenis tanah dalam percobaan, yaitu tanah inseptisol dan tanah ultisol. Tanah yang paling baik untuk tanaman adalah jenis tanah inseptisol. Hal ini dikarenakan tanah jenis inseptisol cukup subur karena jumlah bahan organic tanah dan kadar air tanah lebih tinggi dibandingkan pada jenis tanah ultisol. Bahan organic tanah adalah hasil dekomposisi dari organisme yang hidup yang tersusun dari campuran polisakarida, lignin, dan protein dan bahan orgaik yang berasal dari batuan dan mineral. Bentuk-bentuk dari bahan organic tanah adalah berbentuk humus, yang meliputi akar tanaman hidup, komponen-komponen humus, sisa-sisa tanaman dan hewan serta mikroorganisme yang telah terdekomposisi sebagian. Komposisi bahan organic terdiri dari : 1. 10-20 % karbohidrat 2. 20 % Nitrogen 3. 10-20 % asam lemak alifatik dan alkana 4. < 50 % karbon aromatic Terdapat tahapan-tahapan pembentukan bahan organic dan juga perbedaan dari setiap tahapan pembentukan bahan organik, yaitu : a. Bahan organic segar Pada tahapan ini, bahan organic segar dengan ciri-ciri masih dalam bentuk tumbuhan atau tanaman yang masih hijau dan terlihat masih segar (tidak kering) b. Bahan organic mulai terdekomposisi Pada tahapan ini bahan orgaik mulai terdekomposisi dicirikan dengan daun-daun yang mulai terlihat layu dan gugur ke tanah. Bahan organik tersebut berwarna cokelat, sudah mulai mengering serta permukaan daun mulai terlihat bolong-bolong. Namun bahan organic tersebut masih tampak terlihat utuh. c. Bahan organic telah terdekomposisi sebagian Pada tahapan ini bahan orgaik tersebut dicirikan dengan sudah berubah bentuk dari bentuk asalnya (tidak utuh) dan sudah dalam bentuk serasah berwarna kecokelatan. Bagian-bagiannya sudah tidak dapat dikenali. d. Bahan orgaik telah terdekomposisi secara sempurna (humus) Pada tahapan ini, dengan bantuan dari mikroorganisme maka bahan organic berubah atau terdekomposisi menjadi humus. Bahan organic tersebut sudah terasa halus, tidak ada bagian-bagian yang utuh lagi, dan berwarna hitam. Faktor-faktor yang mempengaruhi bahan organic tanah adalah : 1. Mikroorganisme Mikroorganisme berpengaruh terhadap proses dekomposisi dan pelapukan bahan organik terbanyak ditemukan di lapisan atas setebal 20 cm. Semakin ke bawah kadar bahan organik semakin berkurang. 2. Tekstur tanah Tekstur tanah cukup berperan, makin tinggi jumlah liat maka makin tinggi kadar bahan organic tanah. Pada tanah berpasir memungkinkan oksidasi yang baik sehingga bahan orgaik cepat habis. 3. Kedalaman tanah Kedalaman lapisan akan menentukan kadar bahan organic. Kadar bahan organic terbanyak ditemukan di lapisan atas setebal 20 cm. Semakn ke bawah kadar bahan organic semakin berkurang. 4. Iklim Faktor iklim yang berpengaruh adalah suhu dan curah hujan. Makin rendah suhu maka akan semakin tinggi kandungan bahan organic dan semakin tinggi kelembaban tanah maka akan semakin tinggi pula kandungan bahan organik tanah. 5. Drainase Pada tanah drainase yang buruk dimana air berlebih oksidasi terhambat karena kondisi aerasi yang buruk. Hal ini menyebabkan kandungan bahan organic tinggi dibandingkan pada tanah yang berdrainase baik. Selain dari factor-faktor diatas, factor lainnya yang mempengaruhi bahan orgaik tanah adalah vegetasi, topografi, bahan induk, dan pertanaman (cropping). Sebaran vegetasi berkaitan dengan pola tertentu pada bagian temperature dan curah hujan. Maka vegetasi juga jarang sehingga akumulasi bahan organik juga rendah. Pada wilayah yang temperature dingin, maka kegunaan mikroorganisme juga rendah, sehingga proses dekomposisi berjalan lambat. Bahan organic lebih banyak di daerah topsoil dibandingkan di daerah subsoil, hal ini dikarenakan : Di daerah topsoil, kandungan bahan organik di bagian topsoil lebih tinggi dibandingkan di daerah subsoil. Hal ini disebabkan adanya aktivitas mikroorganisme dalam kegiatan proses pelapukan dan dekomposisi bahan orgaik dimana mikroorganisme aktif mendekomposisi pada daerah topsoil. Apabila semakin ke dalam bawah tanah, maka aktivitas mikroorganisme akan semakin berkurang sehingga pada daerah subsoil akan memiliki kandungan bahan organic yang lebih rendah dibandingkan di daerah topsoil. Proses dekomposisi bahan organic a. Fase pembakaran bahan organic segar. Proses ini akan merubah ukuran bahan organic menjadi lebih kecil. b. Fase perombakan lanjutan yang melibatkan kegunaan enzim mikroorganisme tanah. Fase ini dibagi lagi menjadi beberapa tahapa, yaitu: • Tahapan awal : Dicirikan oleh kehilangan secara cepat bahan-bahan yang mudah terdekomposisi sebagai akibat pemanfaatan bahan organic sebagai sumber karbon dan energi oleh mikroorganisme tanah terutama bakteri. Dihasilkan sejumlah senyawa sampingan seperti NH3, H2S, CO2, A3, Organik dan lain-lain. • Tahapan tengah : Terbentuk senyawa organic tengahan antara produk intermediet dan biomassa baru sel organisme. • Tahapan akhir : Dicirikan oleh terjadinya dekomposisis secara berangsur bagian jaringan tanaman atau hewan yang lebih resisten. Peran fungi dan Actinomycetes pada tahapan ini sangat dominan. c. Fase perombakan dan sintesis ulang senyawa-senyawa organic (humifikasi) yang akan membentuk humus. Cara meningkatkan dan mempertahankan bahan organic di dalam tanah adalah dengan cara proses dekomposisi yang rendah. Dengan proses dekomposisi yang rendah maka dapat mempertahankan bahan organic tanah, proses ini lebih banyak terjadi di daerah tundra. Karena pertumbuhan tanaman yang rendah maka akan menjadikan kegiatan biologi yang rendah, sehingga akumulasi humus menjadi cukup tinggi. Akumulasi bahan organic terjadi dalam bentuk gambut karena terhambatnya proses dekomposisi. Bahan organic dapat ditingkatkan dengan cara : a. Pemupukan dengan kompos atau pupuk hijau b. Rotasi pertanaman. Konservasi residu pertanaman dan praktik-praktik pertanian yang berwawasann konservasi. Bahan organic juga berpengaruh terhadap sifat-sifat tanah. Berupa pengaruh secara fisik, kimia, dan biologi tanah. Pengaruh fisiknya antara lain : a. Mempengaruhi warna tanah menjadi lebih kelam (cokelat hingga hitam) yang akan menyebabkan naiknya suhu. b. Menetralisir daya rusak butir-butir hujan. c. Meningkatkan daya tanah dalam menahan air sehingga drainase tidak berlebihan. d. Meningkatkan agregasi dan urobilitas agregat, aerasi menjadi lebih baik, drainase lebih baik, dan lebih tahan terhadap erosi dan pencucian. e. Stimulan terhadap granulasi tanah. f. Memperbaiki struktur tanah menjadi lebih remah. g. Menurunkan plastisitas dan kondisi tanah lempung dan tanah lebih mudah diolah. h. Menaikkan kemampuan mengikat atau menyimpan air. Pengaruh pada sifat kimia tanah antara lain : a. Menghasilkan humus tanah yang berperan secara koloidal dari sebyawa sisa mineralisasi dan senyawa sulit terurai dalam proses humifikasi. b. Merupakan cadangan unsure hara utama N, P, S dalam bentuk organic dan unsure hara mikro dalam bentuk kelat dan akan dilepaskan secara perlahan-lahan. c. Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah 30 kali lebih besar. d. Meningkatkan ketersediaan dan efisiensi pemupukan serta melalui peningkatan pelarutan P oleh asam-asam organic hasil dekomposisi bahan organic. e. Meningakatkan aktivitas, jumlah dan populasi unsure mikri dan makro organisme tanah. f. Menurunkan muatan positif tanah melalui proses pengkelatan terhadap mineral oksidan dan kation Al dan Fe yang reaktif sehingga menurunkan fiksasi P tanah. Pengaruh Sifat Biologi tanah : a. Meningkatkan populasi organisme tanah b. Meningkatkan keragaman organisme yang dapat hidup dalam tanah. KESIMPULAN Adapun setelah dilakukan kegiatan praktikum dan pembahasanya maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Kadar air tanah merupakan perbandingan berat air yang terkandung dalam tanah dengan berat kering tanah tersebut. 2. Kadar air tanah dapat digunakan untuk menghitung parameter sifat-sifat tanah. 3. Kadar air tanah bertekstur liat > lempung > pasir.
4. Bahan organik tanah mencakup semua bahan yang berasal dari jaringan tanaman dan hewan baik yang hidup maupun yang telah mati pada tahapan dekomposisi.
5. Tanah inseptisol lebih baik untuk tanaman dibandingkan tanah ultisol. Hal ini dikarenakan tanah jenis inseptisol memiliki kandungan unsur hara yang tinggi.
6. Kandungan bahan organik lebih banyak di daerah top-soil dibandingkan di daerah sub-soil.











DAFTAR PUSTAKA

Henry, D. Foth . 1994 . Dasar-Dasar Ilmu Tanah Jilid ke Enam . Jakarta : Erlangga .

Indranada, Henry . 1994 . Pengelolaan Kesuburan Tanah . Semarang : Bumi Aksara .

Sambroek . 1967 . Amazon Soils . Centre for Agricultural Publivatins and Documentation . Waghaningan : Netherlands .

Soetjipto . 1992 . Dasar-Dasar Irigasi . Jakarta : Erlangga .

Sutanto, Rachman . 2005 . Dasar-Dasar Ilmu Tanah Konsep Kenyataan . Yogyakarta : Kanisius .

Tachyan, Endang . 1992 . Dasar-Dasar Tanah Rawa . Jakarta : Erlangga .






PERHITUNGAN
Tanah Inceptisol
1. Sampel In1

• Bobot air = bobot botol berisi tanah lembab – bobot botol berisi tanah kering 105o
= (25,199 – 23,994) gram
= 1,205 gram

• Bobot tanah kering 105o C = bobot botol berisi tanah kering – bobot botol
= (23,994 -15,203) gram
= 8,791 gram

• % Kadar air tanah = bobor air x 100%
bobot tanah kering 105oC

= 1,205 x 100 %
8,791
= 13, 707 %



2. Sampel In2

• Bobot air = bobot botol berisi tanah lembab – bobot botol berisi tanah kering 105o
= (25, 784 – 24, 582) gram
= 1,202 gram

• Bobot tanah kering 105o C = bobot botol berisi tanah kering – bobot botol
= (24, 582-1 - 15,805) gram
= 8,777 gram

• % Kadar air tanah = bobor air x 100%
bobot tanah kering 105oC

= 1,202 x 100 %
8,777
= 13, 694 %
• Kadar air rata-rata = In1 + In2
2
= 13, 707 + 13, 694
2
= 13, 70 %

Tanah Ultisol
1. Sampel Ull1

• Bobot air = bobot botol berisi tanah lembab – bobot botol berisi tanah kering 105o
= (25,380 – 24, 514) gram
= 0, 866 gram

• Bobot tanah kering 105o C = bobot botol berisi tanah kering – bobot botol
= (24, 514 - 15,388) gram
= 9, 126 gram

• % Kadar air tanah = bobor air x 100%
bobot tanah kering 105oC

= 0, 866 x 100 %
9, 126
= 9, 489 %

2. Sampel In2

• Bobot air = bobot botol berisi tanah lembab – bobot botol berisi tanah kering 105o
= (25,429 – 24,456) gram
= 0,973 gram

• Bobot tanah kering 105o C = bobot botol berisi tanah kering – bobot botol
= (24,456 - 15,433) gram
= 9,023 gram

• % Kadar air tanah = bobor air x 100%
bobot tanah kering 105oC

= 0,973 x 100 %
9,023
= 10,783 %
• Kadar air rata-rata = In1 + In2
2
= 9, 489 + 10,783
2
= 10,136 %



















JAWABAN PERTANYAAN

1. Apa gunanya menentukan kadar air tanah ?
Jawab : kegunaannya adalah untuk mengetahui keter sediaan air dalam tanah dalm hubungannya dengan pertumbuhan tanaman.

2. Pada bobot kering mutlak (BKM), apakah berarti air sudah tidak ada lagi dalam matriks tanah ? Jelaskan.
Jawab : air dapat ditahan matriks tanah akibat adhesi langsung molekul air ke permukaan tanah serta kapiler dari pori-pori tanah sehingga memungkinkan air masih ada dalam matriks tanah.
3. Bila persentase bahan organik total suatu tanah mineral yang Anda dapatkan adalah 10%, berapa persentase C yang terkandung dalam tanah tersebut ?
Jawab : kandungan C dalam tanah adalah 58 dari 10 % yaitu 5,8.

4. Mengapa tanah- tanah mineral di Indonesia mempunya kadar bahan organikyang pada umumnya rendah? Jelaskan. Jawab : karena tanah di Indonesia menalami proses pelapukan yang begitu cepat sehingga bahan organiknya sedikit.



0 komentar:

Poskan Komentar

 

Sample text

Sample Text